Berada  di Cluster III, Peringkat STT Ibnu Sina Terus Menanjak

Berita 09 April 2018 Taslim 12


Berada  di Cluster III, Peringkat STT Ibnu Sina Terus Menanjak

STT Ibnu Sina – Pemeringkatan perguruan tinggi yang dilakukan Kemenristek Dikti menempatkan STT Ibnu Sina Batam berada di cluster III yang artinya sama dengan kurang lebih 600 kampus lainya dari 3 ribu kampus di Indonesia.  

Prestasi ini tentu menjadikan motivasi tersendiri bagi STT Ibnu Sina atas upaya yang dilakukan selama ini untuk terus berbenah dalam meningkatkan kualitas kampus, baik dari sisi tenaga pengajar, kurikulum, layanan, fasilitas dan lain sebagainya.

Menurut Wakil Ketua I STT Ibnu Sina Batam, M.Ansyar Bora MT, saat ini STT sudah masuk cluster III sama dengan 691 kampus di Indonesia dari 3244 perguruan tinggi.

“Upaya peningkatan kualitas sudah mulai terlihat. Kita berharap, bila akreditasi institusi keluar nantinya kita berada di cluster II,”ujar Ansyar.

Untuk diketahui, saat ini STT Ibnu Sina sedang menunggu jadwal visitasi akreditasi institusi dari BAN PT. Bila hasil itu keluar pada tahun ini, maka tidak mungkin STT akan masuk ke cluster II. Hal ini juga terlihat geliat penelitian atau riset dosen terus meningkat. Begitu juga dengan jenjang pendidikan dosen.

Pemeringkatan perguruan tinggi yang dilakukan Kemenristek Dikti meliputu beberapa aspek, indikator, dan data. Pertama, aspek sumberdaya manusia (30%) dengan indikator persentase dosen berpendidikan S3, persentase dosen dalam jabatan lektor kepala dan guru besar, serta rasio mahasiswa terhadap dosen.

Kedua, aspek kelembagaan (28%) dengan indikator akreditasi institusi BAN PT, akreditasi program studi BAN PT, akreditasi internasional, dan jumlah mahasiswa asing. Ketiga, aspek kemahasiswaan (12%) dengan kinerja kemahasiswaan. Terakhir (keempat) adalah aspek penelitian dan pengabdian kepada masyarakat (30%) dengan indikator  kinerja penelitian, kinerja pengabdian kepada masyarakat dan jumlah artikel ilmiah terindeks scopus per jumlah dosen.

Sedangkan data yang digunakan dalam klasterisasi/pemeringkatan ini merupakan data yang siap guna, baik yang berasal dari Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PD Dikti). Data pemeringkatan juga dapat berasal dari data yang tidak tercakup dalam PD Dikti tetapi merupakan hasil penilaian dari unit kerja Kemenristekdikti, contoh: kinerja riset, kinerja kemahasiswaan.

 




Top