Ciptakan Teknopreneur Baru, STT Buka Ruang Ingkubasi

Berita 06 Desember 2018 Taslim 12



STT Ibnu Sina – Sebagai upaya mendukung terciptanya pengusaha baru di Indonesia, STT Ibnu Sina dalam waktu dekat akan membuka ingkubasi bagi para mahasiswa dan masyarakat guna menjadi pengusaha atau pengambangan usaha.

Langkah ini menjawab tantangan kedepan agar mahasiswa secara khusus menjadi Teknopreneur handal yang pada akhirnya mensejahterakan kehidupan berbangsa.

Ketua STT Ibnu Sina Batam, Ir. Larisang,MT.,IPM. mengatakan, langkah perguruan tinggi membentuk ingkubasi agar para mahasiswa menjadi teknopreneur yang memiliki akses dan pendampingan yang mengantarkan mereka menjadi sukses.

“Ini merupakan langkah perubahan besar untuk membuat ingkubator,”ujar Larisang, saat workshop ingkubator, di Aula STT Ibnu SIna gedung D, Kamis (6/12/2018).

Workshop ini dijalankan selama tiga hari, dimulai pada Selasa (5/12/2018). Ini diawali dengan menghadirkan lebih dari 100 mahasiswa yang siap menjadi teknopreneur. Hari kedua dan ketiga bagi manajemen. Workshop ini menghadirkan, Dessy Aliandriana,Ph.D selaku Kaprodi Enterpreneur Universitas Surya dan Heri Wijayanto Arioradono yang merupakan Sekretaris Prodi.

 

Larisang mengatakan, ingkubasi yang akan dibangun akan mendapat sentuhan teknologi, sehingga dinamakan teknopreneur. Jiwa mereka akan dibangun lebih kreatif dan inovatif. Jika menjadi pengusaha maka akan menjadi sukses bila menjadi karyawan ia akan memberi solusi didalamnya dan mampu mengembangkan tempat ia bekerja.

 

Sementara itu, Dessy mengatakan, menghadirkan ingkubasi harus memiliki ruang untuk interaksi. Memiliki warna yang mampu menstimulus ide kreatif.

 

”Ruang ingkubasi diharapkan open space. Kenapa, diharapkn interaksi. Ada interaksi, maka akan ada ide. Duduk bareng diskusi dengan ngobrol. Ngobrol langsung dan ngobrol lewat whatsap itu berbeda,”ujarnya.

Karena itu, di ingkubator yang ia kelola, diskusi dilarang melalui aplikasi. Karena akan menimbulkan enterpretasi berbeda.

Ia juga memberi motivasi, bagi yang ingin memiliki bisnis harus mampu penyelesaikan permasalahan fundamental. Maka logika sangat diperlukan. Bagaimana memecahkan permasalahan dan lainya.

“Logika sangat diperlukan. Karena harus mampu memecahkan persoalan. Ia harus kreatif,”ujar wanita yang sudah menjadi pengusaha sejak semester III saat kuliah.

Sementara itu, Heri mengatakan, untuk menjadi teknopreneur  harus mampu melihat peluang disekitar. Meski hanya simple, bila itu bermanfaat maka sangat berarti.

“Teknologi paling baik adalah teknologi tepat guna. Entrepreneur, kata kunci adalah membuat nilai dan menghasilkan inovasi, baik dalam kerja maupun diluar,”ujarnya.

Katanya, enterpreneur adalah mindset.  Ia harus mampu mencari dan menciptakan peluang dimana orang lain tidak melihatnya, pendorong perubahan serta memiliki ketekunan untuk membuat ide menjadi kenyataan.

“Ide dikepala. Jika tidak dieksekusi, tidak ada apa-apanya,”ujarnya.

Ia menjelaskan, prilaku enterpreneur mampu mengidentifikasi masalah dan mampu mencari solusi. Karena enterperneur bukan hanya uang. Tapi mindset.

“Jika ada mindset, maka uang akan datang. Teknopreneur ada peranan teknologi. Tidak mesti hight tech, sederhana saja,”ujarnya.

 




Top