Kunjungi Ibnu Sina, Polda Kepri Sosialisasi Sistem Kerja Tim DVI

Berita 28 Oktober 2018 Taslim 36



STT Ibnu Sina - Korban bencana bisa saja dijumpai oleh setiap warga negara. Namun bila terjadi korban secara massal maka perlu penangan khusus, karena setiap korban juga memiliki hak untuk dikenali agar bisa dikembalikan ke pihak keluarga.

Mengangkat masalah tersebut, Tim Polda Kepri yang dipimpin Kabid Dokkes Polda Kepri, Komber Pol. Jarot Wibowo memberikan sosialisasi dan simulasi Disaster victim investigation (DVI).

Jarot mengatkaan, DVI adalah suatu prosedur standar yang dikembangkan oleh Interpol (International Criminal Police Organization) untuk mengidentifikasi korban yang meninggal akibat bencana massal.

“Dikepolisian ada tim dari DVI tersendiri. Mereka akan turun setiap ada korban massal akibat bencana atau kejadian lainya,”ujar Jarot didepan ratusan mahasiswa dan karyawan lingkungan Yayasan Pendidikan Ibnu Sina Batam, di Aula utama, Ahad (28/10/2018).

Katanya, ketika suatu bencana terjadi, prioritas yang paling utama adalah untuk mengetahui seberapa luas jangkauan bencana. Dalam kebanyakan kasus, polisi memikul tanggung jawab komando untuk operasi secara keseluruhan.

“Prinsipnya untuk fase tindakan awal yang dilakukan di situs bencana, ada tiga langkah utama. Langkah pertama adalah to secure atau untuk mengamankan, langkah kedua adalah to collect atau untuk mengumpulkan dan langkah ketiga adalah documentation atau pelabelan,”ujarnya.

Dari sisi mahasiswa, ia bisa masuk di dokumentasi. Apalagi korban bencana acap kali diperlukan relawan yang banyak.

Sekretaris eksekutif Yapista, Drg. Andi Tendri Ummu, sangat mengapresiasi kegiatan sosialisasi ini. Ini sangat bermanfaat kedepan.

“Dengan adanya simulasi kita menjadi tau bagaiman seharusnya bertindak,”terangnya.




Top