SEMINAR KEBANGSAAN MEMPERINGATI HARI KEBANGKITAN NASIONAL

Berita 02 Juni 2018 Taslim 12



SEMINAR KEBANGSAAN

MEMPERINGATI HARI KEBANGKITAN NASIONAL

“SEMANGAT KEBANGKITAN BANGSA DALAM PERSPEKTIDF PEMBANGUNAN DAERAH”

 

Pada tanggal 27 Mei 2018, BEM STT Ibnu Sina mengadakan seminar kebangsaan dalam rangka memperingati hari kebangkitan nasional bertemakan “Semangat Kebangkitan Bangsa Dalam Perspektif Pembangunan Daerah”.

Seminar kebangsaan tersebut menghadirkan narasumber di bidangnya, diantaranya Staf Khusus Gubernur Kepri, Bapak Dr. Ahars Sulaiman, SH, MH, Perwakilan Akademisi, Bapak Fendy Hidayat, ST., M.Kom, dan Tokoh Pemuda yang juga ketua Batam Education Centre, Supriyadi, SE.

Kegiatan yg dibuka oleh Ketua STT Ibnu Sina yang pada kesempatan tersebut diwakili oleh staf bidang kemahasiswaan dan kerjasama, Bapak Adri Wislawawan, ST. dihadiri kurang lebih 300 peserta terdiri dari perwakilan mahasiswa se-kota Batam, perwakilan ormas kedaerahan dari IABRB (Ikatan Anak Bugis Rantau Batam) dan BCL (Batam Comunity Lengkiti) IKBSS, serta anggota dari Dewan Kerja Ranting (DKR) Pramuka se-Kota Batam.

 

Diawal sambutannya bapak Adri Wislawawan, ST. menjelaskan bahwa segala perubahan revolusioner di Indonesia selalu diawali oleh para pemuda, mereka para pemuda yg memiliki semangat untuk memperbaiki bangsa dan negaranya, Kebangkitan Nasional yang diperingati setiap 20 Mei juga merupakan sebuah monumen tentang semangat nasionalisme dari para pemuda Indonesia yang dimana momen Harkitnas merupakan momen dibentuknya organisasi Boedi Oetomo pada Tahun 1908.  Harapan kami adalah bahwa dengan diadakannya seminar kebangsaan ini dapat memicu kembali semangat para pemuda indonesia khususnya di Kota Batam Provinsi Kepri, untuk bangkit dan mejadikan negeri dan bangsa ini menjadi lebih baik lagi.

Acara dilanjutan penyampaian materi oleh masing-masing narasumber, dimana bapak Ahars Sulaiman menyampaikan Para pemuda dan aktivis jaman sekarang jangan sampai lepas dari idealisme, pemuda dan mahasiswa harus bisa menjadi pengawas atas semua kebijakan-kebijakan pemerintah, cara kita mengawasi dan mengkritik pemerintah juga tetap harus sesuai rel demokrasi dan kebebasan berpendapat. Pada masa orde baru dahulu jika para pemuda mengkritik pemerintah mereka akan diancam oleh tentara, tetapi jaman sekarang ini melalui kritik di media sosialpun seseorang bisa dihukum penjara.

Selanjutnya Tokoh Pemuda Kota Batam, Supriadi menyampaikan bahwa para pemuda di Kota Batam jangan hanya beradu argumen di forum diskusi, kita harus melakukan langkah nyata untuk memperbaiki bangsa ini, negeri ini sedang terpuruk, pemuda jangan hanya menjadi penonton, kita harus ikut ambil bagian, kita harus kritis kita harus berkontribusi bagi bangsa ini, khususnya untuk pembangunan Kota Batam.

Diakhir acara Bapak Fendy Hidayat, memberikan pesan yg cukup mendalam, Para pemuda adalah calon pemimpin masa depan generasi yg akan menentukan bagaimana nasib bangsa ini di masa depan, jangan mau dipecah belah oleh isu-isu yg beredar dimasyarakat. Pemuda harus bersatu membangun bangsa. Karena tantangan kita dimasa depan sangatlah berat, saat ini kita memasuki revolusi industri 4.0 dan juga era globalisasi. Jika para pemuda tidak bisa berkarya dan berkontribusi secara nyata bagi bangsa ini maka bangsa kita akan tergerus oleh kemajuan jaman dan kita akan tertinggal sangat jauh. Ujar Akademisi Universitas Batam yang juga aktivis Resimen Mahasiswa tersebut.

“Janganlah kita terlena oleh segala kemudahan yg ada saat ini melalui teknologi yang notabene merupakan produk asing yang banyak beredar di negeri ini, pemuda harus berkarya, pemuda harus punya mimpi, dan berusaha keras mewujudkannya. Mungkin saat ini kita masih menggunakan teknologi dan produk asing, tetapi di masa depan kita harus bisa membuat bangga negeri sendiri dengan teknologi dan produk dari bangsa sendiri” Pungkasnya.

(UKM Pers STT Ibnu Sina)




Top