Dialog Kebangsaan : Kodim Batam Ajak Mahasiswa Jaga NKRI

10 November 2016

Foto bersama usai dialog kebangsaan oleh BEM STT Ibnu Sina Batam

STT Ibnu Sina Batam - Komandan KODIM 0316 Batam, Letnan Kolonel Infanteri Andreas Nanang Dwi mengajak seluruh elemen mahasiswa di Kota Batam untuk mewaspadai beberapa ancaman terkini yang mengintai kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Hal tersebut disampaikan dalam Dialog Kebangsaan dengan tema Pancasila Sebagai Dasar Negara dan Tantangannya ke Depan, Dialog Kebangsaan ini dilaksanakan oleh BEM STT Ibnu Sina bekerjasama dengan FGD Nusantara di Aula Kampus Ibnu Sina, Kamis (10/11/2016).

Dihadapan ratusan peserta dari berbagai kampus yang ada di Kota Batam, katanya,  beberapa ancaman terkini yang mengintai Indonesia, seperti keberadaan Tentara Marinir Amerika Serikat di Darwin, Australia, yang secara geografis sangat dekat dengam Blok Masela.

Ancaman terorisme yang mengincar Indonesia, peredaran Narkoba yang massif dengan tujuan melemahkan generasi muda Indonesia, konflik Laut Cina Selatan, Latihan militer gabungan Negara Persemakmuran Inggris di dekat Laut Indonesia, pertumbuhan penduduk dan Konflik dunia serta kompetisi ekonomi yang mengarah kepada perebutan global terhadap Indonesia yang kaya akan sumber daya Alam.

“Secara umum, Negara kita dalam kondisi yang kondusif dikarenakan pemahaman Pancasila yang kuat dan keinginan semua elemen untuk merawat kebhinnekaan dengan baik, namun kita tetap harus waspada terhadap segala ancaman neo-kolonialisme yang saat ini berganti baju dengan cara Proxy War, yaitu perang dengan tidak turun langsung melainkan menggunakan pihak lain untuk membuat kondisi sebuah Negara atau wilayah kacau balau, agar bisa dikuasai secara ekonomi maupun politik” tegasnya.

“Perbedaan adalah keniscayaan, Negara kita dalam hal ini menjadikan perbedaan itu sebagai kekuatan, bukan hal yang melemahkan sebagaimana pihak luar yang ingin melemahkan Negara kita” tutup lulusan Akademi Militer Tahun 1998 dan Sarjana Ilmu Politik tersebut.

Wakil Rektor Universitas Putera Batam, Dr. Mohammad Gita Indrawan, ST, MM. Yang hadir juga sebagai salah satu panelis menambahkan bahwa Globalisasi saat ini bagai dua sisi koin, memberikan dampak positif dan negatif terhadap Pancasila.

Dalam hal ini, Globalisasi memberikan dampak negatif berupa sangat dominannya Negara-Negara besar yang mempunyai kapital besar untuk mendikte Negara kecil dan yang sedang berkembang, belum lagi tumbuh suburnya budaya individualisme, hedonisme, pragmatisme dan konsumerisme yang parah menjangkiti generasi muda Indonesia.

“Kita harus mampu bertahan dari dampak negatif ini, dan Pancasila tidak pernah kuno untuk terus kita hayati dan amalkan, meskipun di Negara kita yang budaya paternalistiknya sangat kuat, akan sangat sulit mengamalkan Pancasila jika pemimpin di daerah maupun di pusat tidak pancasilais sama sekali,”katanya. (sumber:lihatkepri.com)

Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama Kota Batam dan Ketua Umum HMI Cabang Batam sebagai narasumber serta dihadiri ratusan mahasiswa dari berbagai kampus di Kota Batam

 

Diposkan Oleh : Taslimahudin

Berita Sebelumnya Berita Selanjutnya