Pesta Demokrasi STT Ibnusina Batam

05 Desember 2016

Presma STT Ibnu Sina Evis Saputra, Periode 2015 - 2016

STT Ibnu Sina - Akhir bulan November 2016 menjadi bulan bersejarah bagi Keluarga Mahasiswa (KM) Sekolah Tinggi Teknik (STT) Ibnusina Batam. Bulan ini dilaksanakan “Pesta Demokrasi” dimana akan terjadi transisi kepemimpinan mahasiswa STT Ibnusina Batam. Pesta demokrasi ini yang kemudian disebut dengan (Pemilihan Raya) Pemira STT Ibnusina, yang tiap tahun dilaksanakan guna memilih Presiden dan Wakil Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) serta Ketua dan Wakil Ketua Himpunan Mahasiswa Program Studi (Himaprodi) STT Ibnusina Batam untuk periode 2016/2017. Pemira  ini diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPUM) yang dipilih melalui proses Open Recruitment.

Peserta Pemira untuk Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden BEM terdapat 3 (Tiga) pasangan calon dan untuk Himaprodi Teknik Industri 2 (dua) pasangan calon. Untuk Himaprodi Teknik Informatika pada tahun ini tidak sampai pada proses selanjutnya dikarenakan salah satu kandidat tidak lulus verifikasi administrasi oleh KPUM yang mendaftar sebanyak 2 calon kandidat. Alhasil, secara otomatis pasangan calon Ketua dan Wakil Himaprodi Teknik Informatika yang biasanya disebut HMTI (Himpunan Mahasiswa Teknik Informatika) sudah menemukan pemenangnya dalam Pemira kali ini dengan cara Aklamasi.

Kalau melihat partisipasi, peserta Pemira Untuk Presiden dan Wakil Presiden mengalami peningkatan sebanyak 1 (satu), dibandingkan dengan tahun sebelumnya  2014, 2015 hanya ada 2 (dua) pasangan calon. Namun untuk calon Himaprodi Teknik Industri atau biasa disebut Himatri (Himpunan Mahasiswa Teknik Industri), dari tahun ke tahun belum ada peningkatan untuk mengajukan Ketua dan Wakil Ketua Himatri.

Entah apa yang membuat partisipasi mahasiswa untuk mencalonkan diri sebagai Presma dan Wapresma BEM ini meningkat. Yang pasti, mereka mempunyai alasan tersendiri (ya semoga masuk akal) dan tentunya untuk memajukan BEM STT ini. Untuk eksistensi diri ?, Ada kepentingan ?, atau Iseng-iseng berhadiah ?, saya tidak tahu jawabannya. Kok malah su’udzon begini, tapi tidak apa-apa. Kata teman saya “terkadang su’udzon itu perlu”. Hahahaha …….

Oh iya, saya belum memperkenalkan diri. Nama saya Evis Saputra, saya Presiden Mahasiswa BEM STT Ibnusina periode 2015-2016 yang Insyallah masa jabatan saya akan habis bila sudah terpilih Presma dan Wapresma selanjutnya. Saya mahasiswa semester 7 program studi Teknik Industri (Insyallah bentar lagi selesai, Amiin). Mungkin itu saja perkenalan saya, jika ingin tahu detail hubungi langsung saya hahaha. Kidding. Kita kembali ke topik tadi, semoga saja yang mencalonkan memiliki tujuan yang “Thoyyib” atau istilahnya itu “Luruskan Niat” dan guna menjadi BEM STT Ibnusina yang lebih baik. Amiin..

Tahapan Pemira STT Ibnusina yang sudah berjalan yaitu pendaftaran peserta pemira, pengumpulan berkas, verifikasi, sekarang sedang masa kampanye, dan Insyallah Tgl 5 Desember 2016 tepatnya hari Senin, akan diadakan debat kandidat dari Capresma dan Cawapresma serta Caketum HMTI dan Cawaketum HMTI. Dalam penyelengaraan pemilihan kali ini, dari tahapan pertama hingga tahapan sekarang, selalu ada kritikan-kritikan yang bermunculan. Yang entah oleh, dari, dan untuk siapa ditujukannya kritikan tersebut. Menurut saya, ya biasa lah. Dalam suasana pemira seperti ini pasti ada kritikan bahkan konflik yang akan terjadi nantinya. Semua elemen Keluarga Mahasiswa STT Ibnusina harus siap menghadapinya. Termasuk saya. Seperti kata abg saya ‘Bruce Lee’, “Jangan menjadi pohon kaku yang mudah patah, jadilah bambu  yang mampu bertahan melengkung melawan terpaan angin”.

Menurut saya lagi nih, kritik dan konflik yang muncul ini merupakan salah satu dinamisasi kampus. Namanya juga mahasiswa, hidup tidak jauh dari kehidupan kampus, dan namanya juga kehidupan pasti ada konflik-konflik yang bermunculan. Konflik itu suatu keniscayaan. Pasti akan selalu hadir dan bermunculan dalam kehidupan manusia. Jadi guys, adanya masalah dan konflik yang timbul bukan suatu hal yang harus diperdebatkan dan mencari-cari kesalahan. Saya percaya, setiap konflik yang ada akan membawa ke perubahan yang lebih baik. Sisi positifnya adalah bahwa masih ada mahasiswa yang peduli dengan Sekolah Tinggi Teknik (STT) Ibnusina. Saya rasa, permasalahan yang terjadi pun sudah diselesaikan dengan cukup bijak. Menurut saya loh ya..

Lantas, siapa yang memenangkan “Pesta Demokrasi” STT Ibnusina 2016 ini ?? . Sabar, tunggu tanggal 7 Desember 2016. Sebenarnya menang ataupun kalah itu sudah biasa asalkan yang kalah mau menerima dengan ‘lapang dada’ dan tetap men-support yang menang, dan yang menang tidak ‘besar kepala’. Mari kita berdoa semoga pelaksanaan pemilihan nanti dapat berjalan dengan lancar, aman, dan terpilih yang terbaik dari yang terbaik. Amiin.

Diposkan Oleh : Taslimahudin

Berita Sebelumnya Berita Selanjutnya