Eko Nurmianto, M.Eng .Sc.DERT : Kunci Keberhasilan Penelitian Dosen ada di KUD

21 Maret 2017

Workshop propsal penelitian

STT Ibnu Sina -  Pengabdian dan penelitian dosen menjadi perhatian seluruh unsur di STT Ibnu Sina. Selain menjadi syarat kenaikan kepangkatan dalam jenjang karir, penelitian juga mampu meningkatkan kesejahteraan bersama, baik masyarakat dan peneliti itu sendiri.

Maka tidak heran, STT Ibnu Sina melaksanakan workshop dan klinik poropsal Skim Dikti dengan menghadirkan pakar peneliti dari Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya, Ir. Eko Nurmianto, M.Eng .Sc.DERT.  Beberapa materi yang disampaikan berupa tips, sistimatika penulisan serta berbagai hal teknis lainya agar proposal yang diajukan ke Direktorat Perguruan Tinggi (Dikti) lolos.

Saat ini, kata Eko, dana yang tersedia di kementerian untuk riset sangat banyak. Namun sayang, serapannya masih kurang. Hal ini disebabkan para dosen enggan mengajukan atau memang propsalnya ditolak dengan alasan berbagai hal.

“Jadi memang ada triknya. Semisal dana yang dibutuhkan itu jangan bulet-bulet gitu. Tapi harus di breakdown kecil-kecil. Jadi kelihatan jelas kalau proposal yang diajukan ini tidak main-main. Kalau langsung angkanya besar, mudah langsung dicoret,”terang Eko, dalam workshop yang digelar selama dua hari (20-21/3/2017) dilantai empat Gedung STT Ibnu Sina.

Dalam kesempatan itu, para dosen hadir guna mendapatkan materi dari pria yang sudah puluhan kali mendapat bantuan hibah dari pemerintah. Dihari pertama, Eko menjelaskan bagaimana melihat peluang ditengah masyarakat.

Setiap kunjungan beberapa tempat, harus bisa memperhatikan dan melihat  potensi dan keunggulan wilayah tersebut termasuk kekurangan (SWOT). Dengan begitu, materi penelitian akan didapat serta mudah digarap.  

Karena itu, Eko menempatkan penedekatan materinya dihari pertama Iptek Bagi Masyarakat (IBM). Sementara dihari kedua, membedah seluruh proposal dosen yang rencananya akan diajukan ke Dikti tahun ini.  

Eko berpesan, agar para dosen tidak berkecil hati bila proposalnya ditolak. Harus Kerja keras, Ulet dan Disiplin (KUD).

“Usulun tidak harus baik, tidak harus the best, tapi Dikti sudah bisa mempertimbangkan. Jangan putus asa. Terus penuhi, sesuai dengan pedoman yang ada. Prisipnya, KUD,”pesanya.  

Sementara itu, Ketua STT Ibnu Sina Batam, Larisang, MT., menuturkan, pengabdian dan penelitian merupakan lahan yang belum optimal digarap karena beberapa kendala. Saat ini, semua dosen ini menuju kesana, karena aktifitas ini sangat besar.

“Penelitian ini bisa melebihi lahannya pengusha. Uangnya sangat besar, para dosen tinggal membuat proposal pengajuan,”terangnya.

Selain itu, hal ini memang perlu dikejar karena terkait status.  Ia mencontohkan, seorang dosen untuk naik ke pangkat Lektor semua harus dilihat, baik itu pengabdian dan penelitan.

“Ini juga sebagai pengembangan diri, institusi dan masyarakat.  Kita berharap nanti, kita benar-benar menjadi patner pemerintah mempercepat kesejahteraan masyarakat dan kemajuan Indonesia,”katanya.

 

Diposkan Oleh : Taslimahudin

Berita Sebelumnya Berita Selanjutnya