Lawan Hoax, Mahasiswa Harus Kritis

12 September 2017

Seminar Security Internet

STT Ibnu Sina - Penggunaan Media Sosial (Medsos) ditengah masyarakat saat ini perlu diwaspadai. Banyak hal negatif bisa ditimbulkan bila tidak cerdas menggunakannya, bahkan bisa berujung ketindak pidana. 

Iptu Julius M Silaen dari Dirkrimsus Polda Kepri menuturkan, sisi negatif dari bermedia sosial bisa dilihat dengan mudahnya maysarakat mendapat berita bohong (hoax). Hal ini dikarenakan banyak, pengguna Medsos langsung menyebarkan berita tersebut tanpa melakukan verifikasi. 

"Teman-taman harus berfikir kritis. Menganalisa berita-berita yang ada. Teliti dulu sebelum di share,"terang Julias, dalam seminar dengan tema 'Security Internet' yang dilaksanakan Himpunan Mahasiswa Teknik Informatika (HMTI) di Aula Utama Yayasan Pendidikan Ibnu Sina Batam, Minggu (10/9/2017).

Ia menjelaskan, bermacam hal ditimbulkan dari berita kebohongan itu. Seperti menjatuhkan martabat sesorang, memecah belah bangsa dan permusuhan antar golongan.

"Akhir-akhir ini kita dihebohkan kasus Saracen. Kita mungkin sebelumnya tidak pernah terfikir, kalau fitnah kepada seseorang dapat dibayar dan terorganisir,"terangnya. 

Sementara itu, Indra Gunawan,M.Kom selaku pembicara lainya, lebih menekankan etika berselancar didunia maya. Bagi mereka yang menegrti tentang hacker, jangan disalahgunakan. Tapi manfaatkan untuk yang lebih produktif. 

Seminar ini sendiri merupakan rangkaian kegiatan Vipew yang dilakukan oleh HMTI. Diakhir acara yang dihadiri sekitar 500 orang ini, juga diumumkan pemenang lomba, web, animasi dan lainya.

Wakil Ketua III STT Ibnu Sina Batam, Abdul Rohmad Basar M.Kom. menuturkan, pemahaman tentang etika berinternet harus ada. Penyampaian narasumber harus benar-benar dipahami mahasiswa agar tidak termasuk orang-orang yang menyeberkan berita kebohongan. 

"Karena itu, perlu pengetahuan agar jangan kebablasan,"terangnya. 

Diposkan Oleh : Taslimahudin

Berita Sebelumnya Berita Selanjutnya