STT dan STIKes Ibnu Sina, Wisuda 93 Mahasiswa

09 Desember 2017

wisuda sarjana

STT Ibnu Sina – Dua Perguruan Tinggi (PT) bernaung dibawah Yayasan Pendidikan Ibnu Sina Batam, Sekolah Tinggi Teknik (STT) dan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) telah melahirkan sarjana strata 1 sebanyak 93 orang dalam prosesi Sidang Senat terbuka atau wisuda yang digelar, Sabtu (9/12/2017) di Golden View Hotel.

Wisudawan tersebut terdiri dari 51 dari STT Ibnu Sina yang dibagi dalam du Program Studi (Prodi), yakni Teknik Informatika dan Teknik Industri. Kemudian 42 wisudawan berasal dari STIKes Ibnu Sina dari Prodi Kesehatan Lingkungan dan Prodi Kesehatan dan Keselamatan Kerja (KKK).

Prosesi wisuda sendiri berjalan khidmad. Sidang dibuka oleh Ketua STIKes, Fitri Sari, M.KKK. Sementara amanat akademik disampaikan Ketua STT Ibnu Sina Batam, Ir.Larisang, MT.,IPM.

“Hari ini kita telah melahirkan sarjana yang unggul yang mampu bersaing didunia kerja maupun dunia usaha,”ujar Larisang.

Hal ini dibuktikan, lanjut dia karena ke empat Prodi dari dua PT ini sudah mendapat predikat akreditasi B. Ini mengindikasikan jika kualitas pendidikan di STT dan STIKes sudah baik. Mutu ini akan terus ditingkatkan guna menghasilakan lulusan terbaik.


Sementara itu, Koordinator Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Wilayah X, Prof. Dr. Herri, SE., MBA mengharapkan kepada para lulusan tidak berpuas diri dengan ilmu yang diraih. Terus kembangkan potensi diri, jika perlu lanjut kependidikan lebih tinggi mengingat tantangan kedepan semakin kuat.

“Sekarang ini era globalisasi yang dibungkus dengan MEA. Jangan berpuas diri sampai disini, namun perlu diingat jadilah seperti padi. Semakin berisi semakin berunduk,”terangnya.

Sementara itu, ia juga berharap kepada PT untuk terus berbenah dan meningkatkan kapasitas mutu dalam mencetak generasi unggul. Segala perhatian harus dilihat termasuk kualitas para dosen.

60 persen kualitas perguruan tinggi ditentukan oleh dosen. Karena itu kualifikasi harus ditingkatkan. Jangan terlena dengan keadaan saat ini, apalagi regulasi sudah mengatur jika perguruan tinggi luar negeri boleh masuk ke Indonesia.

“Ini tantangan untuk bisa bersaing. Karena itu, kita berharap ada roadmap pengembangan dosen kedepan ada. Kalau bisa, tahun depan sudah ada 50 persen dosen yang doktor,”ujar Herri, yang pada kesempatan tersebut juga hadir Asisten II Pemprov Kepri, Syamsul Bahrum, Ph.D. mewakil Gubernur Kepri, Dr. Nurdin Basirun, salah satu perwakilan perguruan tinggi Malaysia, Ibrahim dan lainya.

Diposkan Oleh : Taslimahudin

Berita Sebelumnya Berita Selanjutnya