Tim Voli STT Ibnu Sina, Tetap Bangga Meski Terhenti di Turnamen Internasional Haluan Kepri

04 Mei 2017

Foto bersama usai bertanding melawan tim Thailand

 

STT Ibnu Sina – Tim Voli STT Ibnu Sina yang turun dalam kejuaraan terbuka internasional Haluan Kepri harus terhenti langkahnya dibabak penyisihan group setelah dikalahkan tim Thailand dan Asabri Jakarta. Mesti tidak lanjut, tim yang bermaterikan para mahasiswa STT ini tetap bangga telah ikut andil dalam kejuaraan bergengsi tersebut.

Pada Selasa lalu, Tim STT Ibnu Sina tumbang dari Thailand tiga set langsung. Namun demikian, bukan berarti tanpa perlawanan. Poin yang dihasilkan terjadi kejar-kejaran. Bahkan sempat unggul beberapa poin meski pada akhirnya tumbang.

Begitu juga saat melawan tim Asabri Jakarta sehari setelah melwan tim Thailand. Kejuaraan yang digelar media harian Haluan Kepri ini memang sangat ditunggu. Bukan hanya para pemain voli, tapi juga masyarakat Kepri, khususnya Batam karena dilaksanakan di sport Hall Tumenggung Abdul Jamal.

Kualitas tim yang hadir juga berkualitas. Selain dari dalam negeri, juga ada dari Singapura, Malaysia dan Thailand untuk memperebutkan total hadiah Rp150 juta.

Untuk tim STT yang bermaterikan para mahasiswa ini baru memiliki pengalaman pertama bertanding di kelas internasional. Namun kehadiranya juga memberi warna dan angin segar dalam kelanjutan generasi atlet olaharaga voli, bukan hanya di STT tapi juga Provinsi Kepri.

Bahkan salah satu pengunjug mengapresiasi keikutsertaan STT Ibnu Sina. Menurutnya, ini langkah baik dalam melanjutkan estafet para atlet voli, khususnya di Batam dan Kepri. Mental-mental mereka sudah terasa sejak dini.

“Ini sangat baik, karena sudah berani tampil. Bukan juaranya yang dilihat, inikan pemain muda semua. Setidaknya sudah ada pengalaman tanding. Ini bagusk,”ujar salah seorang pengunjung saat berdiskusi dengan teman sebangkunya saat menyaksikan tim STT bertanding melawan Asbari.

Hal ini juga diamini Ketua STT Ibnu Sina, Larisang, MT. Menurutnya, partisipasi tim STT bukan target utama, juara. Karena diketahui bersama, tim yang turun bukanlah sembarangan.

“Tapi kita lihat kesiapan pemain kita, mengasah mental mereka. Karena ini sangat berguna untuk menunjang prestasinya nanti. Meski mereka sudah tidak berstatus mahasiswa lagi,”teranganya.

Namun demikian, Larisang berharap, tim STT Ibnu Sina tetap mendapat tempat dalam penilaian nanti. Setidaknya sebagai tim favorit. Salah satu kelebihannya adalah para pemain ini masih mudah.

“Perjalanan karir olahraganya masih panjang,”ujar Larisang, yang juga bertindak sebagai manajer tim.  

Diposkan Oleh : Taslimahudin

Berita Sebelumnya Berita Selanjutnya