Workshop Penulisan Proposal, STT Targetkan Satu Dosen, Satu Penelitian Per Semester

03 April 2017

Foto Bersama usai pelatihan

STT Ibnu Sina - Sekolah Tinggi Teknik Ibnu Sina Batam dalam tiga pekan terakhir ini telah melakukan workshop dan sosialisasi penulisan proposal hibah Dikti. Terakhir, dilakukan, sabtu (1/4/2017) dengan menghadirkan Kepala Sub Direktorat Penelitian Terapan Kemenristek Dikti, Dra. Desmelita,M.Sc dan Direktur Politeknik Pertanian Negeri Pangkep, Dr. Darmawan.

Ketua STT Ibnu Sina Batam, Larisang, MT. menuturkan, pengabdian dan penelitian juga menjadi bagian yang melekat pada diri dosen. Namun sayangnya, keduanya masih belum tergarap dengan maksimal karena kurangnya pengetahuan para dosen di STT.

Maka untuk meningkatkan itu, pihaknya melakukan workshop penulisan proposal agar seluruh dosen STT dapat ambil bagian. Bukan hanya terpaku pada pendidikan.  

“Kami dari STT insha Allah telah menjadikan satu kewajiban yang sifatnya sangat mutlak. Setelah mempelajari kondisi terkahir, terutama tiga tahun terakhir, penelitian dan pengabdian belum optimal,”ujar Larisang, pada workshop tersebut.

Katanya, penelitian harus menjadi kawajiban dosen setidaknya dalam satu semester menghasilkan satu karya. Karena itu, pelatihan diberikan sampai tamat guna mendapatkan pemahaman utuh. Tidak adalagi proposal yang ditolak reviewer hanya karena gagal soal administrasi atau format penulisan.

“Pendidikan, penelitian dan pengabdian melekat di dosen dan ini tidak bisa dihindari. Kalau ini jalan, bukan hanya kita yang dapat menikmati tapi masyarakat juga,”katanya.

Dalam pemaparanya, Desmelita menjelaskan, selama ini kebanyakan perguruan tinggi pasif. Tidak mau mengoreksi dimana kesalahan proposalnya saat idenya itu ditolak.

“Perguruan tinggi selalu menunggu. Tidak pro aktif.  Harusnya bertanya. Kalau ini gak lolos tolong disampaiakn, dimana masalahnya. Surati ke kita, dan kita akan menjelaskan,”terangnya.

Ia pun  mengapresiasi langkah STT Ibnu Sina Batam yang rela mendatangkan para pakar peneliti untuk berbagi ilmu. Ini merupakan langkah maju agar penelitian di STT dapat meningkat. Karena ternyata, sering dijumpai kesalahan bukan pada substansi penelitian tapi lebih kepada format.

“Istilahnya, skema belum dipahami. Karena itu, tolong dibaca panduan itu dari Bab I. Jangan langsung masuk ke skema yang diinginkan. Disini sering gugur,”ujarnya.

Sementara itu, Dr. Darmawan mengatakan, peneliti harus bisa mengklasifikasi bagian mana suatu persoalan yang bisa diteliti terlbih dahulu. Makanya, harus dimulai dari hulu ke hilir.

“Selesaikan bagian mana dulu ini. Berikutnya tinggal teknik. Mulai dari hulu sampai hilir. Maka kita contohkan, jadi ada riset sifatnya eksplorasi. Setelah itu berpindah riset produksi,”katanya.

“Penelitaian dirancang-rancang banyak. Bagian mana yang cocok, disimpan-simpan energinya karena penelitiahn gak penah selesai. Kita tinggal mengikuti skema yang ada,”terangnya.

Untuk diketahui, sebelum dua narasumber ini, STT juga telah menghadirkan peneliti dari ITS, Ir. Eko Nurmianto, M.Eng, DERT. Ia menjelaskan bagaimana kiat sukses dari seorang peneliti. Kemudian, reviewer proposal dari Universitas Andalas Prof. Dr. eng. Gunawarman.

Diposkan Oleh : Taslimahudin

Berita Sebelumnya Berita Selanjutnya