Bangun Budaya Mutu, Terapkan Standar PPEPP

12 Mei 2018

Ir. Larisang,MT memberikan materi dalam Sosialisasi dan Workshop SPMI dan AMI

STT Ibnu Sina - Kualitas institusi pendidikan tinggi tidak terlepas dari penerapan standar yang ditentukan pemerintah ditambah dari internal. Guna menerapkan budaya tersebut maka seluruh sumber daya manusia yang ada didalamnya harus mengerti dengan peningkatan mutu.

Mengangkat masalah tersebut, STT Ibnu Sina Batam melaksanakan sosialisasi dan workshop Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dan Audit Mutu Internal (AMI) dengan narasumber Ketua STT Ibnu Sina Batam, Ir. Larisang,MT.,IPM. dan M. Ansyar Bora,MT.,IPM, selama dua hari Jumat dan Senin (11 dan 14/5/2018).

Larisang memastikan, arah kemajuan kampus yakni membangun budaya mutu. Dimana mutu acuanya adalah pengkajian. Dengan hadirnya seluruh peserta workshop dari penyelenggara pendidikan di STT Ibnu Sina diharapkan nanti dapat bekerja lebih nyaman, produktif dan lebih maksimal.

“Setiap kita yang bekerja melakukan aktifitas ada tujuan yang ingin dicapai. Tentu kita semua wajib menjalankan semua tugas sesuai standar. Ketika menjadi dosen, tau tujuan dosen dan tugas dosen. Tentu untuk mecapai tujuan ini ada standar. Standar itu mutu. Jadi kapan mutu dicapai?, sesuaikan syarat dan standar,”ujar Larisang, didepan seluruh tenaga kependidikan dan dosen STT Ibnu Sina Batam.

Untuk mencapai mutu sesuai standar, ujar Larisang, maka rumus yang harus dilakukan adalah Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian dan Peningkatan (PPEPP) standar pendidikan tinggu

“Kalau mau lebih diatas  nasional atau unggulan global, bagaimana mencapai itu. Satu saja. Komitmen masing masing individu yang terlibat dalam fungsi tanaga kependidikan atau dosen dalam melaksanakan tugas fungsi kita masing masing. itu aja,”ujar larisang.

Jika ingin mengikuti standar minimal pemerintah maka itu hanya sekedar cukup atau berada di angka C.

Sementara itu, Ansyar Bora menjelaskan perbedaan audit dengan assessment. Audit lebih mengedepankan pendekatan dengan rekomendasi perbaikan kedepan. Sehingga, setiap unit tidak perlu takut untuk diaudit.

“Audit ini untuk perbaikan. Apa yang kurang diperbaiki, ini ditemukan dalam audit. Kalau assessment, sama dengan visitasi akreditasi,”ujarnya.

Diposkan Oleh : Taslimahudin

Berita Sebelumnya Berita Selanjutnya