Ketua STT Ibnu Sina Hadiri Konvensi Kampus dan Pertemuan FRI

19 Februari 2018

Ketua STT Ibnu Sina Hadiri Konvensi Kampus dan Pertemuan FRI

STT Ibnu Sina -  Ketua STT Ibnu Sina Batam, Ir. Larisang,MT.,IPM menghadiri kegiatan Konvensi Kampus ke-XVIII dan Temu Tahunan Rektor Indonesia ke-20. Agenda Forum Rektor Indonesia (FRI) kali ini dilaksanakan di Universitas Hasanuddin, Makasar pada 15-17 Februari 2018. Pertemuan yang dihadiri para pimpinan perguruan tinggi se- Indonesia baik dari swasta maupun negeri ini dibuka Presiden RI, Ir. Joko Widodo.

Kegiatan kali ini mengangkat tema “Memperkuat Karakter Bangsa Dalam Menghadapi Disrupsi Peradaban” membahas beberapa isu, yakni Pembangunan ekonomi nasional yang berdaulat, berkeadilan, dan menyejahterakan; Penguatan demokrasi Pancasila untuk memperkokoh nasionalisme; Pendidikan tinggi yang mampu meningkatkan daya saing bangsa; dan Kepemimpinan nasional yang cerdas dan berkarakter.

Larisang berharap, pertemuan seperti ini sangat diperlukan guna meningkatkan daya saing pendidikan di Indonesia, khususnya perguruan tinggi. Para pimpinan saling bertemu guna membahas isu-isu strategis sehingga menghasilkan rekomendasi yang diharapkan dapat ditindaklanjuti.

“Silturrahim ini sangat memberikan dampak positif bagi perguruan tinggi. Kita saling mengenal, sehingaa dapat sharing knowledge bagaimana pengembangan perguruan tinggi yang lebih baik,”ujar Larisang.

Pertemuan sendiri menghasilkan enam rekomendasi, yakni mendorong perguruan tinggi untuk melakukan inovasi dan riset yang dapat dimanfaatkan secara optimal dalam menyokong sektor ekonomi dan daya saing bangsa.

Kedua, mendorong Kemenristek Dikti melakukan debirokrasi kelembagaan dan deregulasi perizinan bagi pembentukan prodi-prodi baru serta terobosan untuk menjawab persoalan era disrupsi dan revolusi industri 4.0.

Ketiga, meminta kepada pemerintah menyusun dan menetapkan kebijakan yang mendorong pihak industri agar bekerjasama dengan perguruan tinggi untuk melakukan riset dan inovasi yang memiliki nilai ekonomis dan berdampak langsung kepada kesejahteraan masyarakat.

Empat, mengembalikan nilai-nilai pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara

Lima, meminta kepada DPR, DPD, pemerintah, bersama MPR mengadakan joint session untuk menyusun haluan negara dalam perencanaan pembangunan nasional.

Terakhir, FRI juga menetapkan Pokja sesuai dengan dinamika perkembangan di era revolisi industri 4.0 diantaranya

a. Pokja Pembangunan Ekonomi Nasional

b. Pokja Penguatan demokrasi pancasila

c. pokja pendidikan tinggi berdaya saing

d. pokja kepemimpinan nasional cerdas dan berkarakter

e. Pokja ketahanan pangan

Diposkan Oleh : Taslimahudin

Berita Sebelumnya Berita Selanjutnya