Tiga Dosen Informatika Gelar Workshop Pembuatan Sitasi dan Daftar Pustaka Bagi Mahasiswa

28 Maret 2018

Workshop Pembuatan Sitasi dan Daftar Pustaka Bagi Mahasiswa

STT Ibnu Sina - Upaya peningkatan pemahaman dalam penulisan Tugas Akhir maupun laporan Kerja Praktek mahasiswa, kaidah-kaidah penulisan harus dipenuhi termasuk 
cara memberitahu pembaca dibagian tertentu dari tulisan berasal dari penulis lain atau kutipan (sitasi) hingga penulisan daftar pustaka. 

Agar mendapat pemahaman itu, tiga dosen Teknik Informatika, Muhammad Ropianto,M.Kom, Abdul Rohmat Basar,M.Kom dan Okta Veza,M.Kom, mengadakan kegiatan workshop pembuatan sitasi dan daftar pustaka. Kegiatan sendiri diikuti sedikitnya 35 mahasiswa yang saat ini mengambil mata kuliah kerja praktek maupun tugas akhir (Skripsi).

Menurut Ropianto, kegiatan merupakan program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang dalam hal ini ditujukan kepada mahasiswa dengan tujuan memberikan pemahaman yang utuh agar dalam penulisan skripsi sesuai dengan kaidah.

"Jadi kita tidak boleh sembarangan mengambil karya orang. Tujuan dilakukannya sitasi untuk menjunjung kejujuran akademik dan intelektual serta menghindari plagiarisme,"ujar Ropianto, dalam kegiatan yang digelar di STT Ibnu Sina, Selasa (27/3/2018).

Kegiatan dibarengai dengan diskusi mengenai dua hal tersebut. Kata Ropianto, daftar pustaka tidak dapat dilepaskan dengan sebuah karya tulis ilmiah. Ini sebagai salah satu bentuk pengakuan intelektual penulis kepada penulis lain, atas rujukan yang dia gunakan. 

Dalam penulisan daftar pustaka, beberapa institusi memiliki ketentuan sendiri. Demikian pula masing-masing penerbitan jurnal, mereka memiliki gaya masing-masing dalam penulisan daftar pustaka. Gaya penulisan daftar  pustaka, masuk menjadi bagian dari gaya penulisan selingkung artikel penerbitan suatu  jurnal. 

"Dengan demikian ketika akan mengirimkan hasil penelitian berupa artikel ilmiah kepada satu redaksi jurnal tertentu, penulis harus memperhatikan gaya selingkung tersebut. Dan juga perlu diingat bahwa sitasi yang digunakan dalam teks, harus tertuang dalam daftar pustaka, demikian juga sebaliknya,"jelasnya.
 
Ketika mengutip baik langsung maupun dengan melakukan parafrasa, jangan lupa untuk tetap selalu menyebutkan sumber aslinya. Hal ini menghindarkan dari  plagiarisme. Dalam menulis sebuah karya ilmiah yang harus memperhatikan gaya  pengutipan pada tiap-tiap institusi, karena mereka memiliki ketentuan yang berbeda- beda. Pemahaman tentang format sitasi akan memudahkan ketika melakukan  penulisan suatu karya ilmiah.

Diposkan Oleh : Taslimahudin

Berita Sebelumnya Berita Selanjutnya