Siapkan Pembelajaran e-Learning, STT Tingkatkan Kompetensi Dosen

Berita 31 Juli 2019 Taslim 29



STT Ibnu Sina - Proses Belajar Mengajar (PBM) era digital saat ini tidak hanya lagi terfokus pada cara manual dengan tatap muka langsung didalam kelas. Dukungan pemerintah dan kamajuan teknologi mendorong institusi pendidikan mengambil bagian dalam pembelajaran dalam jaringan (e-learning).

Menjawab tantangan tersebut, STT Ibnu Sina Batam akan menggunakan aplikasi Ed Link yang dikembangkan oleh Sevima. Adanya aplikasi ini, membuat para dosen dapat melakukan pembelajaran, kuis dan tugas lainya melalui gadget.

 Sevima EdLink adalah aplikasi berbasis android yang dikhususkan untuk dunia pendidikan dalam membantu dosen menghemat waktu, menjaga kelas tetap teratur, dan meningkatkan komunikasi dengan mahasiswa.

Ketua STT Ibnu Sina Batam, Ir. Larisang, MT.,IPM. mengatakan, pemanfaatan teknologi dalam dunia pendidikan mutlak dilakukan. Bukan hanya menjawab tantangan zaman, tapi ini sangat membantu para pengajar.

“Dalam proses belajar mengajar, lebih efisien dan sangat membantu dalam memberikan materi perkuliahaan,”ujar Larisang, dalam kegiatan pengenalan pemanfaatan aplikasi Edlink terhadap para dosen,  Kamis (31/7/2019).

Larisang berharap seluruh fitur yang ada di Edlink dapat dimanfaatkan dalam proses pembelajaran yang disampaikan langsung oleh tim Sevima, Hendri dan Alwi.

Aplikasi ini diharapkan sudah dapat dimanfaatkan para dosen pada semester yang akan datang. Bukan hanya pada kelas regeluer A (malam) dan B (siang) tapi juga blended learning.

Pembelaran Edlink ini dilaksanakan di gedung C STT Ibnu Sina Batam dengan menghadirkan seluruh dosen. Kegiatan selama satu hari memberikan banyak mamfaat khususnya membantu dalam proses belajar mengajar.  

Sebelumnya, Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir melihat e-learning merupakan salah terobosan untuk menaikan Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tinggi Indonesia yang saat ini berada di angka 34,58 persen.

Menristekdikti menyampaikan, sistem pembelajaran secara e-learning harus diimbangi dengan peningkatan kompetensi dosen. Mahasiswa yang dihadapi dosen saat ini adalah mahasiswa generasi milenial.

Oleh karena itu dosen harus meningkatkan kompetensi keilmuan serta melakukan inovasi metode pembelajaran.

Dalam meningkatkan kompetensinya, Nasir sampaikan mahasiswa perlu berinisiatif ilmu dari berbagai sumber, salah satunya melalui materi pembelajaran dalam jaringan (online learning).

"Sementara itu dari sisi mahasiswa, yang harus dibenahi adalah kesiapan belajar mandiri mahasiswa. Karena dalam pembelajaran daring lebih banyak mengadopsi istilah self-directed learning, maka self-directed learning mahasiswa menjadi penting," papar Menteri Nasir.




Top